Jumat, 05 Juni 2015

Micrococcus luteus

Paper Laporan Praktikum Infeksius Bakteri Gram Positif
Micrococcus luteus



A.    Taksonomi
Organisme Celluler
Class : Actinobacteria
Subclass : Actinobacteridae
Ordo : Actinomycetes
Famili : Micrococeaceae
Genus : Micrococcus
Spesies : Micrococcus luteus

B.     Karakteristik
1.      Disebut juga Micrococcus flavus, Bacteridium luteum, Sarcina lutea, Micrococcus luteus
2.      Gram positif
3.      Bentuk sel coccus (bulat) terdapat tunggal atau berpasangan, tetrad atau bergerombol
4.      Berukuran 0,5-3,0 µm.
5.      Nonmotil dan tidak membentuk endospora
6.      aerobic dan tidak berspora, alkalifik fakultatif atau mikroaerofilik.
7.      Merupakan bakteri thermofilik yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40-75oC dengan suhu optimum 25-40oC
8.      Pertumbuhan isolate paling optimum terjadi pada pH 9
9.      Koloni biasanya berwarna kuning atau merah, berbentuk bundar, tepian berombak, elevasi cembung, struktur dalamnya coarsely granular, dan berukuran 2-3 mm
10.  Heterotrofik
11.  Pathogenicity : non-pathogenic, bisa opportunistic pada penderita immunosuppress
12.  Fungsi : antibody, Si RNA, recombinant protein, ELISA CDNA clone
13.  Tidak menghasilkan asam dari karbohidrat atau sedikit menghasilkan asam
14.  Suhu optimum pertumbuhan 25-37oC
15.  Biasanya terdapat di kulit mamalia, tanah, air dan produk makanan

C.    Cara Adaptasi
Micrococcus luteus dapat melakukan sistem adaptasi, yaitu dengan memperlambat proses metabolisme utama dan induksi gen yang unik. Dengan demikian, Micrococcus tahan terhadap potensi air berkurang dan dapat mentolerir pengeringan dan konsentrasi garam tinggi yang disebabkan tingginya intensitas sinar ultraviolet oleh matahari. 
Adaptasi yang dilakukan Micrococcus Luteus terhadap intensitas ultraviolet tinggi memungkinkan dirinya dapat bertahan hidup dan  melindungi diri untuk tetap dapat bertumbuh, melestarikan rantai DNA-nya.

D.    Patogenitas
Patogenitas Micrococcus luteus menyebabkan pendarahan pada organ tubuh bagian tertentu seperti pada hati, limfa, dan ginjal hewan. Pada hewan  yang telah terinfeksi juga diketahui penurunan jumlah leukosit yang disebut juga dengan leukositosis. Infeksi Micrococcus luteus disamping menyebabkan penurunan jumlah leukosit ternyata juga menyebabkan penurunan jumlah sel darah yang lainnya seperti eritrosit, trombosit, hematokrit dan hemoglobin.

E.     Antibiotik
Micrococcus luteus resisten terhadap antibiotik seperti klorampenicol, sulphonamid, dan oxitetraciclin. Menurut hasil penelitian terbaru diduga Micrococcus luteus tidak tahan terhadap jenis-jenis antibiotik seperti penicillin, enrofloxacin dan ofloxacin.




Daftar Pustaka

            Diakses pada Mei 2015.
Lay, B.W. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Madigan, M.T., Martinko, J.M. dan Parker, P. 2003. Biology of Microorganism. USA: Prentice
            Hall.
Schlegel, S. 1994. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Gajahmada University Press.
Thoyib, H., Setyaningsih, R. dan Suranto. 2007. Seleksi dan Identifikasi Bakteri Alkalifilik
Penghasil Xilanase dari Tanah Bukit Krakitan,Bayat, Klaten. Jurnal bioteknologi. 4 (1):
6-12.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar